Memahami Investasi dengan Cara yang Berbeda
Kami percaya bahwa terminologi keuangan seharusnya tidak terasa seperti bahasa asing. Sejak 2019, kami membantu individu dan pelaku bisnis di Malang memahami konsep investasi melalui pendekatan yang lebih personal dan kontekstual.
Berawal dari diskusi kecil di ruang kopi tentang betapa rumitnya istilah-istilah finansial, kami menyadari banyak orang menunda keputusan investasi hanya karena merasa tidak cukup paham. Dan itu bukan sepenuhnya salah mereka.
Kenapa Kami Ada di Sini
Tahun 2019 menjadi titik balik. Saat itu kami melihat terlalu banyak orang yang sebenarnya punya potensi untuk berinvestasi, tapi mereka tertahan oleh jargon-jargon yang terdengar membingungkan. Capital gain, dividend yield, asset allocation—semua terdengar teknis dan jauh dari kehidupan sehari-hari.
Kami mulai dengan mengumpulkan istilah-istilah yang paling sering membuat orang berhenti di tengah jalan. Lalu kami coba jelaskan dengan cara yang lebih sederhana, tanpa menghilangkan esensi pentingnya. Ternyata banyak yang merasa terbantu.
Dari situ, kami terus mengembangkan pendekatan yang lebih terstruktur. Bukan hanya sekadar kamus istilah, tapi juga bagaimana menghubungkan konsep-konsep itu dengan keputusan nyata yang dihadapi orang-orang dalam mengelola uang mereka.
Prinsip yang Kami Pegang
Ini bukan sekadar layanan edukasi. Kami punya cara pandang tertentu soal bagaimana pengetahuan finansial seharusnya disampaikan.
Kejernihan Bahasa
Kami tidak percaya istilah rumit harus dijelaskan dengan kalimat yang lebih rumit lagi. Setiap konsep dipecah sampai terasa relevan dengan pengalaman sehari-hari, tanpa menyederhanakan secara berlebihan.
Konteks Lokal
Investasi di Indonesia punya dinamika sendiri. Kami menyesuaikan penjelasan dengan kondisi pasar lokal, regulasi yang berlaku, dan kebiasaan finansial yang umum di sekitar kita—bukan teori dari buku teks barat.
Keterkaitan Antar Konsep
Istilah investasi tidak berdiri sendiri. Kami menunjukkan bagaimana satu istilah berhubungan dengan yang lain, sehingga gambaran besarnya mulai terlihat dan keputusan jadi lebih mudah diambil.
Bagaimana Kami Menjelaskan Terminologi
Setiap istilah investasi yang kami bahas melalui serangkaian tahap penyaringan. Tujuannya sederhana: memastikan penjelasan benar-benar bisa dipahami oleh orang yang baru pertama kali mendengarnya, tanpa kehilangan akurasi teknis.
Identifikasi Kesulitan
Kami mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang paling sering muncul dari klien dan peserta diskusi. Dari situ kami tahu istilah mana yang paling sering bikin orang bingung atau salah tafsir.
Breakdown Konsep
Setiap istilah kami urai jadi bagian-bagian kecil. Kami coba lihat dari berbagai sudut: definisi formal, penerapan praktis, dan bagaimana istilah itu digunakan dalam percakapan nyata di dunia investasi Indonesia.
Contoh Nyata
Teori tanpa contoh itu hambar. Kami selalu lampirkan ilustrasi atau skenario yang dekat dengan pengalaman orang Indonesia—bukan studi kasus dari Wall Street yang kadang terasa jauh dari realitas kita.
Verifikasi Pemahaman
Kami uji penjelasan kami ke kelompok kecil. Kalau masih ada yang bingung atau salah tangkap, kami revisi lagi sampai benar-benar jelas. Prosesnya iteratif dan memakan waktu, tapi hasilnya terasa.
Orang-Orang di Balik Penjelasan
Kami tim kecil dengan latar belakang yang beragam. Ada yang dari dunia keuangan, ada yang dari pendidikan, ada juga yang dulunya sama sekali bukan dari ranah ini tapi tertarik dengan cara menyederhanakan informasi kompleks.
Rendra Widjaja
Koordinator Konten EdukasiSebelumnya bekerja di perusahaan sekuritas selama tujuh tahun. Rendra sering frustrasi melihat klien kehilangan peluang investasi karena tidak paham istilah dasar. Akhirnya dia memutuskan fokus ke edukasi—karena menurutnya, orang yang paham akan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.
Larasati Purnama
Riset dan Pengembangan MateriLatar belakang Laras di bidang komunikasi publik memberinya perspektif unik soal bagaimana informasi diterima oleh orang awam. Dia yang biasanya menerjemahkan bahasa teknis jadi sesuatu yang lebih mudah dicerna, tanpa kehilangan substansi pentingnya.